Home

Bekerja dengan passion, bekerja karena kita senang dengan pekerjaan itu. Tidak semua orang mendapatkan pekerjaan yang disukainya. Tapi bukan tidak mungkin bersiap sejak awal untuk mendapatkan pekerjaan yang kita impikan. 

Mimbar (Karya Taufik Ismail)

Dari mimbar ini telah dibicarakan

Pikiran-pikiran dunia

Suara-suara kebebasan

Tanpa ketakutan

Posts of Interest

Specimen Collections

Biodiversitas Indonesia

14 September 2020

Salah satu pekerjaan taksonomi yang penting adalah membuat tipe spesimen yang nantinya akan didepositkan ke museum (untuk hewan), hebarium (untuk tumbuhan), atau koleksi kultur (untuk mikroorganisme). Apa sih tipe spesimen dan kenapa harus dibuat? Tunggu jawabnya di tulisan mendatang. [Photo credit: http://www.trubus-online.co.id/tru/wp-content/uploads/2017/02/567_-90-2.jpg%5D

Linnaeus and Sex

Modified old writing (Oct 10, 2006)

Nama Linnaeus pasti sudah pernah kita dengar. Kalau dengan memberi nama seorang anak berarti si pemberi adalah ayah dari anak itu, berarti Linnaeus adalah seorang bapak dari 7.700 tumbuhan dan 4.400 hewan. Pasalnya, dia memang rajin mendeskripsikan bentuk-bentuk tumbuhan dan hewan kemudian memberi nama jenis organisme tersebut. Di negerinya, Linnaeus disebut sebagai Prince of flowers oleh anak-anak, sedangkan orang dewasa lebih suka menganggapnya sebagai ahli botani yang paling porno (history’s foremost botanical pornographer)!!

Bukan karena Linnaeus melukis gambar-gambar porno, tapi karena ia mengelompokkan tanaman ke dalam 24 kelas berdasarkan struktur reproduktifnya, terutama pada jumlah dan pengaturan stamen (alat reproduksi jantan). Di dalam satu kelas, tanaman-tanaman dikelompokkan lagi ke dalam beberapa bangsa berdasarkan bagian-bagian pistil (alat reproduksi betina). Munculah istilah ”husband” (stamen), ”wife” (pistil), ”public marriage” (flowers visible to everyone), ”in one bed” (husband [baca:stamen] and wife [baca: pistil] have the same bed [baca:satu bunga]) dan lainnya! 

Photo source: Wikipedia

Gemparlah masyarakat waktu buku Systema Nature diluncurkan tahun 1735. Tanaman berbunga dimasukkan ke dalam kelas Monandria (one husband in one marriage); Diandria (two husbands in the same marriage); Triandria….sampai Polyandria (twenty males or more in the same marriage). Lalu istilah ”tumbuhan berumah satu” dan ”tumbuhan berumah dua” yang masih kita pakai sekarang memiliki arti husbands live with their wives in the same house, but have different beds (monoecia) dan husbands and wives have different houses (dioecia). Sedangkan istilah polygami berarti husbands live with wives and concubines.

Perandaian Linnaeus untuk bunga dengan kehidupan manusia berumah tangga ini banyak menimbulkan kritik. Salah satunya: ”Who would have thought that bluebells and lilies and onions could be up to such immorality?” atau, ”A literal translation of the first principles of Linnaean botany is enough to shock female modesty”. Tapi….TENTU SAJA, semua kritik itu justru membuat namanya makin terkenal.

Reference: [1]. Wikipedia; [2] Grens, K. 2015. The Sex Parts of Plants, 1736 (https://www.the-scientist.com/foundations/the-sex-parts-of-plants-1736-36149)