Tulis saja, tidak usah pikir panjang. Itu tips paling jitu yang selalu diumbar para penulis. Tapi ada saja yang membuat kenyataan tidak sesederhana itu. Mungkin karena tangan yang menulis dan kepala yang menyimpan kata-kata tidak padu. Begitu banyak kata dalam pikiran, begitu lambat tangan menulis. Atau sebaliknya. Tangan sudah bergerak kanan kiri, tapi setiap kata dihapus kembali karena kepala menggeleng-geleng. Akhirnya seperti inilah. Ternyata sudah setahun saya tidak menoreh kata-kata di sini. Sepertinya hari ini kepala dan tangan saya sudah berdamai. Tapi, apakah besok dan lusa dan hari-hari ke depan mereka akan ribut kembali sehingga tulisan macet lagi? Let’s see …
