Chrisye – Konser 7 Ruang

Konser Chrisye yang digagas Konser 7 Ruang-DSS-Baznas-ILUNI UI sudah berakhir. Sesuai nama konsernya, semua lagu yang dinyanyikan adalah lagu Chrisye. Penyanyi favorit saya, selain Vina Panduwinata. Setiap ada momen mendengarkan lagu bareng pasti akan ada yang komentar, “Penyanyi jaman kita emang TOP, lagunya bagus-bagus.” Terkadang ada yang menambahkan dengan komentar miring bahwa lagu jaman sekarang tidak “jelas”. Sebenarnya wajar saja komentar itu karena di balik sebuah lagu ada berbagai kenangan yang menyertai. Jaman SD, lagu saya mengikuti alunan irama Bapak yang suka menyetel lagu-lagu kenangan dan Perjuangan. Masa SMP saya lekat dengan lagu-lagu Vina dan Beatles, sedangkan Chrisye baru muncul waktu saya SMA, bersama dengan KLA-Project. Setelah kerja, pilihan saya lebih beragam termasuk lagu-lagu asing dari barat maupun Jepang yang memang baru terasa akrab di telinga. Lagu-lagu sekarang bagi saya biasa saja. Bukan dengan maksud merendahkan, tapi karena memang tidak terhubung dengan suasana batin saya. Saya yakin ini dirasakan juga oleh banyak orang. Karena itu generasi 70-80 akan akrab dengan lagu-lagu masa itu, beda dengan generasi 90-2000. Tentu saja lagu-lagu Evergreen yang abadi dan lintas generasi pasti ada dan saya yakin Chrisye salah satunya.

Konser ini punya maksud mulia, yaitu penggalangan dana untuk membantu rakyat Indonesia yang memerlukan. Alhamdulillah, banyak yang mendukung niat mulia ini. Yang menyumbang ternyata disebut nama dan jumlah sumbangan, jadi ketahuanlah angka-angka yang fantastis: 5, 8, 10, 25, bahkan 50 juta! Angka-angka unik juga muncul, misal yang mencerminkan Angkatan, atau yang hanya diketahui si penyumpang (Rp. 8.888.888). Pasti dia sangat senang angka 8. Buat mereka yang ada di luar negeri dan ingin menyumbang, panitia menggunakan aplikasi Pay Pal. Tercatat angka-angka 50 Euro, $100 dan $500. Berapa pun angkanya, saya merasa gembira sekaligus terharu dengan para partisipan dari dalam dan luar negeri. Memang sih, ada komentar penonton yang mengganggu saya, seperti “Kok dapatnya cuma ratusan juta? Bandingkan dengan alumni PTN anu dan anu yang dapatnya sekian milyar.” Kemudian dilanjut dengan pertanyaan-pertanyaan yang masuk kategori evaluasi kerja panitia. Huaduhh. Bila panitia kecewa dengan jumlah sumbangan wajar saja, kan mereka punya target. Bila para penyanyi dan pendukung acara kecewa saya pun masih merasa wajar karena (mungkin) mereka ingin menginspirasi banyak orang untuk menyumbang. Tapi, kalau penonton kecewa dengan hasil sumbangan …. saya kok berpikir tidak sepantasnya memiliki rasa itu. Terlebih bila sepeser pun uang tidak kamu cemplungkan dalam kotak sumbangan.

Konser seperti ini sekaligus menjadi ajang reuni dadakan. Banyak hati yang senang karena bisa bertukar sapa dengan teman-teman lama. Kenangan manis menjelma menjadi semangat yang positif dalam diri, menular dari satu individu ke individu lain, berharap bisa berhimpun ke aksi-aksi lain yang bermanfaat bagi sesama. Sesederhana itu saya ingin berpikir dan merasa terhadap kegiatan-kegiatan positif yang terjadi di sekitar.

Akhirnya, mari kita berdoa, “Semoga, berapa pun dana yang terkumpul, bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah di seantero negeri.” Aamiin Ya Robb.