Saya berusaha mencari buku asli dari nukilan tulisan ini, yang pernah saya catat sekitar tahun 2004-2005. Saya ingin memastikan apakah memang Bernard Shaw pernah menulis seperti ini. Tulisan ini sungguh berkesan, mengingatkan saya tentang kecintaan terhadap buku.
Bernard Shaw mengatakan:
Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku pernah merasakan kemiskinan yang sesungguhnya. Sebelum aku bisa mencari nafkah dengan menulis, aku memiliki sebuah perpustakaan besar yang terletak di museum Inggris. Aku memiliki ruang pameran seni lukis. Apa yang bisa aku lakukan dengan harta? Menghisap rokok? Aku tidak merokok. Minum champagne? Aku tidak suka minum. Membeli tigapuluh setelan model terakhir? Maka mereka cepat mengajak aku menghadiri undangan makan malam di istana-istana mereka. Mereka orang-orang yang aku merasa sesak dada ketika memandang mereka sekejab saja. Atau aku membeli seekor kuda? Atau mobil? Semua itu membuat aku resah. Sekarang aku telah mempunyai sejumlah harta yang dengannya aku mampu membeli barang-barang tersebut. Namun aku tidak membeli apa-apa kecuali membeli apa yang bisa kubeli ketika aku miskin.
Sesungguhnya kebahagiaanku terletak pada apa-apa yang telah membahagiakan aku ketika aku miskin: buku yang aku baca, lukisan yang aku menikmatinya, dan ide-ide yang aku tulis. Di sisi lain, aku memiliki imajinasi yang luar biasa. Aku tidak ingat bahwa aku membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar memejamkan mata untuk membayangkan apa yang aku inginkan. Jadi, apa gunanya kemewahan yang mencelakakan yang menghiasi jalan Bond?
Sumber: Menjadi Wanita Paling Berbahagia (As’ad al-Mar’ah fi al-’Alam).
(Dr. Aidh al-Qarni 2004)
