Sekali lagi, ebook

Kali ini perjalanan membaca ebook membawa saya ke iPusnas. Beberapa kali menemukan rekomendasi tentang iPusnas di Twitter akhirnya saya melipir juga ke sana. Setelah sukses memasang aplikasinya di hp, saya mulai berselancar. Pertama-tama memang agak kagok, karena beberapa kali harus konfirmasi soal registrasi keanggotaan. Namun, akhirnya “pertarungan” itu saya menangkan. Buku pertama yang masuk ke bookshelf saya berjudul A Song For You.

Saya tertarik melihat cover bukunya yang ke-korea-korea-an, tetapi authornya kok orang Indonesia. Selain itu, menilik kategori bukunya saya menebak ini bacaan ringan (baca: novel roman). Saya pikir sebagai awalan baguslah, yang ringan-ringan saja dulu. Ini mengingat bahwa bagi saya membaca ebook kurang menyenangkan, technically speaking. Ternyata memang bukunya ringan, kisah tentang persahabatan dan percintaan muda-mudi Korea dengan pesan kegigihan mewujudkan impian. Yang menonjol dari buku ini adalah kisahnya dinarasikan dalam bentuk percakapan. Obrolan dalam bahasa Korea muncul di sana sini, jadi bisa sekalian belajar percakapan Korea sehari-hari.

A Song For You selesai dalam dua hari. Saya lanjut lagi pencarian buku yang lain. Teringat dengan tugas dari Ikatan Kata Ketik9 dg tema Ayah, saya langsung mencari bukunya Andrea Hirata. Semalam saya tidak berhasil mengunduh bukunya. Antriannya luar biasa, lebih dari 1000 orang. Sewaktu menulis pos ini saya coba masuk lagi, alhamdulillah, pas banget bukunya tersedia. Langsung saja saya unduh dan masuk ke dalam bookshelf. Makin penasaran saya dengan buku ini melihat ada 300 review dari pembacanya. Ditambah lagi saya punya pengalaman bertemu dengan Andrea waktu launching karya pertamanya, Laskar Pelangi, dan sekali lagi waktu dia diundang ke UI. Penasaran di atas penasaran.

Jadi, ijinkan saya mengakhiri pos ini karena sudah pingin membaca Ayah. Is it really good as everybody said?