Belum Bisa Pulang

Lembayung menyapa ufuk
Membalur merah kuning kemusuk
Menggayut bulir di pelupuk
Aku belum bisa pulang, Bu
Mencicip asam manis buncis tumisanmu
Menuntas rindu di ujung kalbu

Telah lama
Kutulis cerita di atas kartu merah muda
Tentang dirimu yang istimewa
Ingin kubacakan kala berjumpa
Insan berniat Allah Pemilik Rencana
Aku belum bisa pulang, Bu

Lamat-lamat terdengar adzan
Mengantar senja masuk peraduan 
Kubasuh tangan, wajah, dan kaki
Mengucap takbir bersihkan diri 
Yaa, Ilahi Robbi, pintaku
Biarkan badai ini pergi berlalu

Depok, 20 Juli 2021

3 Comments

  1. Fahmi Ishfah says:

    aku pun belum bisa pulang

    Like

  2. arinderela says:

    Aamiin, semoga badai ini segera berlalu. Saya bisa memahami betul keinginan untuk segera pulang. Sedih rasanya terpisah oleh jarak dengan orang yang disayang. Badai ini memang jahat, membuat banyak dari kita bersedih. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah, aamiin.

    Liked by 1 person

    1. atthecorner says:

      Aamiin, semoga kita semua dikuatkan

      Like

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s